Breaking News

Curug Bengkawah Bersinar: Festival Alam dan Budaya Desa Sikasur Dongkrak Pariwisata Pemalang


Komando Bhayangkara, Pemalang, Sikasur - Festival Curug Bengkawah yang bertema "Merayakan Alam dan Budaya Pemalang" sukses digelar di Desa Sikasur, menarik perhatian ratusan pengunjung dari berbagai daerah. Minggu (10/08/2025)

Acara ini dihadiri oleh Bupati Pemalang, Anom Widiantoro, Camat Belik, Maksum, serta perwakilan dari Kagama, Husein, dan mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sedang menjalankan program di desa tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Anom Widiantoro mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai langkah positif untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Pagi ini, saya merasa berbahagia dapat hadir di Desa Sikasur atas undangan teman-teman KKN UGM dan Bapak Husin. Kehadiran saya juga atas izin dan dukungan dari Dokter Adi Kurniawan, yang telah membantu kajian tentang lingkungan hidup dan ROB di Ulujami.

Saya sangat mengapresiasi kolaborasi UGM dengan Kabupaten Pemalang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemanfaatan bagi masyarakat. Terima kasih kepada teman-teman KKN yang telah memberikan kontribusi nyata selama kurang lebih 50 hari. Kami berharap, UGM tidak menutup mata dan hati untuk terus hadir dan berkegiatan di Pemalang, karena masih banyak potensi yang bisa dikembangkan, tidak hanya di Desa Sikasur, tetapi juga di desa-desa lain seperti Sodong.

Kabupaten Pemalang membuka pintu lebar bagi UGM untuk berkontribusi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Saya juga berterima kasih kepada perangkat desa dan kecamatan yang telah mengembangkan potensi Desa Sikasur menjadi agrowisata yang menjanjikan.

Potensi sumber daya alam, terutama air, di Sikasur sangat luar biasa. Saya terinspirasi dengan bagaimana masyarakat Sikasur secara swadaya mengelola potensi desa dengan baik, tanpa merasa paling benar, tetapi bersama-sama mengembangkan potensi yang ada. Irigasi dan potensi wisata yang telah dikembangkan adalah bukti nyata.

Saya terharu melihat antusiasme masyarakat dalam mengelola potensi desa. Teman-teman UGM telah memberikan fondasi yang baik, ide-ide, serta identifikasi kemanfaatan tanaman. Saya juga menantikan tampilan denah desa yang lebih dinamis. Saya berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Pemalang.



Dosen UGM, Prof. Taufik, juga memberikan sambutan yang inspiratif. Ia menekankan pentingnya optimalisasi potensi wisata di Desa Sikasur. "KKN ini adalah langkah awal, dan kami berkomitmen untuk melanjutkan program ini pada tahun depan. Dukungan dari Kagama dan masyarakat setempat sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pengembangan pariwisata di desa ini," tegasnya.

Kepala Desa Sikasur, Kusin, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para mahasiswa KKN UGM yang telah berkontribusi dalam mengembangkan konsep wisata di Desanya. "Kami sangat berterima kasih kepada tim KKN atas ide-ide kreatif yang telah diberikan. Ini merupakan awal yang baik untuk mengembangkan desa kami menjadi destinasi wisata yang menarik," ungkap Kusin.

Festival Curug Bengkawah tidak hanya menjadi ajang promosi potensi wisata, tetapi juga sebagai wadah untuk melestarikan budaya lokal. Pengunjung dapat menikmati beragam kegiatan menarik, dengan semangat kebersamaan dan keinginan untuk mengangkat pemanfaatkan potensi alam dan budaya, Festival Curug Bengkawah diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu menarik perhatian wisatawan dan memajukan Desa Sikasur serta Kabupaten Pemalang secara keseluruhan. (Bdn)

Curug Bengkawah Bersinar: Festival Alam dan Budaya Desa Sikasur Dongkrak Pariwisata Pemalang Curug Bengkawah Bersinar: Festival Alam dan Budaya Desa Sikasur Dongkrak Pariwisata Pemalang Reviewed by Admin Pemalang on Rating: 5

Tidak ada komentar