Pedagang dan Warga Keluhkan Kondisi Kuliner Seputar Alun-alun Pemalang yang Semrawut
Komando Bhayangkara, Pemalang - Masyarakat Pemalang mengungkapkan keprihatinan terhadap budaya bersih dan keindahan kota yang seolah terabaikan, terutama di sekitar Alun-Alun Pemalang. Alun-alun yang menjadi pusat kegiatan dan berkumpulnya masyarakat, saat ini tampak tidak teratur dan kurang sedap dipandang, menyisakan kesan negatif bagi pengunjung, terutama bagi mereka yang berasal dari luar kota.
Terdapat pemandangan yang kurang menyenangkan di sekitar alun-alun yang dipenuhi dengan pedagang kuliner tidak teratur, menciptakan suasana yang mirip dengan pasar loak. Hal ini menjadi perhatian serius, apalagi Alun-Alun Pemalang merupakan pintu gerbang yang menyambut pengunjung yang hendak memasuki Kabupaten Pemalang. "Bagaimana jika banyak orang dari luar kota ingin menikmati kuliner di sekitar alun-alun? Tak jarang mereka merasa bingung dan tidak tahu harus kemana," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap adanya seragam dalam pengelolaan gerobak dan lapak kuliner yang lebih teratur serta aturan yang jelas dan mengikat. "Kita menginginkan pembeli bebas duduk di mana saja, meski penjual tidak ada di situ, seperti konsep 'Pujasera' yang memudahkan pembeli," tambah salah satu pelaku usaha yang juga tidak ingin diungkapkan identitasnya.
Sebagai langkah positif, seharusnya Diskoperindag Kabupaten Pemalang telah memberikan dukungan berupa bantuan gerobak dan cat yang seragam untuk menciptakan keseragaman di kawasan tersebut. Namun, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan tata ruang dan estetika di Alun-Alun Pemalang agar dapat menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Dengan adanya perhatian dan kolaborasi antara Pemerintah dan Masyarakat, diharapkan Pemalang dapat menjadi kota yang lebih menarik dan bersih, sehingga mampu menarik perhatian wisatawan serta memberikan kenyamanan bagi warganya. (Bondan)
Tidak ada komentar