HERU KUNDHIMIARSO: SAYA HARUS TAU DIRI, BELUM LAYAK JADI KETUA
Komando Bhayangkara, Pemalang – Nama Heru Kundhimiarso santer disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pemalang. Politisi yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD ini mengaku kaget namun tetap rendah hati saat namanya dilirik untuk memimpin partai berlambang bola dunia berbintang sembilan tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait prediksi dirinya sebagai calon kuat, Heru menegaskan sikapnya yang tetap merendah.
"Sebagai kader baru, saya harus tau diri. Belum layak lah, Mas," ujar Heru singkat.
Meski demikian, ia sangat menghargai jika nantinya namanya diusulkan oleh para pengurus di tingkat bawah. Menurutnya, mengusulkan atau mencalonkan adalah hak politik yang harus dihormati.
"Klo diusulkan PAC itu hak politik mereka yang harus saya hargai. Tapi soal mereka mau mengusulkan siapa kan hak mereka juga. Aku juga gak ngejar-ngejar ketua DPC kok. Jika diusulkan ya terima kasih, itu amanah," tambahnya.
Dikenal memiliki latar belakang sebagai aktivis, Heru mengaku sudah lama dekat dengan akar rumput dan terbiasa membantu menyampaikan aspirasi masyarakat.
Basic aktivis, dulu sudah banyak dekat dengan akar rumput dan membantu menyampaikan suara rakyat, semua sama dan dekat semua," jelasnya.
Tegaskan Mekanisme Internal, Tidak Ada Voting
Menanggapi pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan, Heru menegaskan bahwa dalam aturan partai, keputusan akhir tetap berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Hasil akhir ada di DPP. Apapun keputusan DPP pasti terbaik buat PKB. Memang mekanismenya begitu, PAC punya hak mengusulkan atau mencalonkan, tapi setiap organisasi atau partai tentu punya aturan sendiri," tegasnya.
Saat ditanya apakah nantinya akan ada pemungutan suara atau voting dari perwakilan PAC, Heru memastikan: "Tidak ada voting."
Tanggapi Isu Poligami: "Sing Ora Bener Kuwe Nek Demenan"
Di tengah hiruk pikuk pencalonan, muncul isu mengenai salah satu kandidat yang dikabarkan berpoligami siri. Menanggapi hal sensitif tersebut, Heru memberikan jawaban yang cukup santai namun bernada sindiran halus.
"Emangnya poligami melanggar hukum, Mas? Bukannya tidak apa-apa?" tanyanya balik.
Lebih jauh ia berpesan, "Sing ora bener kuwe nek demenan. Nek dibojo malah apik." (Yang tidak benar itu kalau suka main perempuan/selingkuh, kalau dinikahi malah bagus).
Hingga berita ini diturunkan, tarik-ulur nama calon ketua masih terus berlangsung, sementara para kader menanti keputusan final dari pusat.(Bondan)
Tidak ada komentar