Adsterra

Breaking News

Founder Kawan Alam Indonesia Berbagi Inspirasi kepada Kader Konservasi Muda BKSDA Bali


Komando Bhayangkara | Tabanan - Founder Kawan Alam Indonesia, Henny Paula Sitohang, SS, berbagi inspirasi kepada 50 kader konservasi muda dari Siswa Pecinta Alam (Sispala) se-Bali dalam kegiatan Pembentukan Kader Konservasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali di Wisma PLN, Candikuning, Tabanan, Selasa (11/8).

Henny hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi “Gerakan Muda Indonesia: Kolaborasi untuk Pelestarian Alam”. Dalam sesi tersebut, ia mengajak para peserta untuk melihat bahwa anak muda bukan sekadar generasi penerus, tetapi merupakan bagian dari solusi konservasi hari ini.


“Alam tidak membutuhkan satu orang yang sempurna. Alam membutuhkan banyak anak muda yang mau bergerak bersama,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Henny kepada para peserta.

Menurut Henny, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Konservasi membutuhkan keterlibatan individu, sekolah, komunitas, pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, serta berbagai pihak lainnya.

Karena itu, kader konservasi didorong untuk mengambil peran sebagai pelopor, penggerak, dan penghubung. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai aksi sederhana, mulai dari pemilahan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, penanaman pohon, perlindungan satwa, edukasi masyarakat, hingga kampanye konservasi melalui media sosial.  

Henny juga memperkenalkan pendekatan “GERAK”, yaitu Gali Masalah, Edukasi Diri, Rencanakan, Ajak Kolaborasi, dan Kerjakan. Pendekatan ini menjadi ajakan bagi anak muda untuk tidak berhenti pada kepedulian, tetapi berani memulai aksi nyata bersama orang lain.  

Ratna Hendratmoko: Konservasi Membutuhkan Kolaborasi

Semangat yang disampaikan Henny sejalan dengan pendekatan BKSDA Bali dalam memperkuat gerakan konservasi berbasis kolaborasi.

Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, dalam rangkaian kegiatan konservasi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Buyan–Danau Tamblingan, memberikan ruang kepada staf lapangan, tokoh masyarakat, Desa dan Desa Adat Pancasari, serta Kader Konservasi Alam untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat langsung dalam gerakan pemulihan ekosistem.  

Ratna juga memberikan apresiasi kepada Desa Pancasari dan Desa Adat Pancasari atas komitmen dan sinerginya dalam mendukung upaya pemulihan ekosistem di kawasan TWA Danau Buyan–Danau Tamblingan. Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penyerahan piagam penghargaan kepada Perbekel Desa Pancasari dan Bendesa Adat Pancasari.  

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari semangat Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 dengan tema “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia.” BKSDA Bali menegaskan bahwa pemulihan ekosistem membutuhkan kerja bersama serta keterlibatan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.  

Bagi Kawan Alam Indonesia, pertemuan dengan para kader konservasi muda menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring dan menanamkan pemahaman bahwa konservasi bukan hanya tentang menjaga alam, tetapi juga tentang membangun gerakan dan mengajak lebih banyak orang untuk terlibat.

“Perubahan tidak dimulai dari kesempurnaan. Perubahan dimulai ketika kita memilih untuk GERAK.”

Melalui kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan generasi muda, diharapkan semakin banyak kader konservasi yang mampu menjadi 

Kawan Alam Indonesia — Bergerak Bersama, Menjaga Alam, Merawat Masa Depan.

Founder Kawan Alam Indonesia Berbagi Inspirasi kepada Kader Konservasi Muda BKSDA Bali Founder Kawan Alam Indonesia Berbagi Inspirasi kepada Kader Konservasi Muda BKSDA Bali Reviewed by Admin Kab. Semarang on Rating: 5