Breaking News

MUI Harap Kasus Ferdy Sambo Jadi Momentum Kapolri “Bersih-bersih” Internal


Negara tanpa polisi berbahaya. Tetapi negara dengan polisi yang tidak berakhlak dan tidak bermoral lebih berbahaya lagi.

Begitu kata Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyikapi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo hingga menyeret puluhan polisi.

“Karena kalau polisi yang seperti itu dibiarkan terus tumbuh dan berkembang, maka negeri ini tentu akan bisa menjadi kacau-balau dan porak-poranda,” kata Anwar kepada wartawan Sabtu (20/8).

Polri, kata dia, harusnya benar-benar mampu menciptakan keamanan dan ketertiban serta keadilan di tengah-tengah masyarakat. Itu sesuai mandat Pasal 13 UU 2/2002 tentang Polri.

Dijelaskan bahwa tugas pokok Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Atas dasar itu, Ketua PP Muhammadiyah ini berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menjadikan momentum penetapan tersangkan eks Kadiv Propam Polri beserta puluhan anggota Polri lainnya sebagai “bersih-bersih” di internal korps bhayangkara.

“Agar rakyat bisa mendapatkan sebesar-besar manfaat dan kemashlahatan dari kehadiran mereka dan bukan sebaliknya. Semoga,” demikian Anwar Abbas.

Sumber: rmol
Foto: Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas/Net
MUI Harap Kasus Ferdy Sambo Jadi Momentum Kapolri “Bersih-bersih” Internal MUI Harap Kasus Ferdy Sambo Jadi Momentum Kapolri “Bersih-bersih” Internal Reviewed by Admin Pusat on Rating: 5

Tidak ada komentar