Adsterra

Breaking News

Polisi Menembakkan Gas Air Mata Saat Para Penggemar AkanTurun Ke Lapangan


Komando Bhayangkara - Polisi menembakkan gas air mata ke kerumunan di Stadion Kanjuruhan di Malang, Indonesia, lebih dari 150 orang tewas Sabtu malam (1/10/2022) setelah pertandingan sepak bola profesional di Malang, Indonesia, ketika para penggemar bergegas ke lapangan, mendorong polisi untuk menembakkan gas air mata ke kerumunan yang padat, menyebabkan banyak orang terinjak-injak, menurut pejabat setempat.

Setelah klub sepak bola Arema kalah 3-2 dari Persebaya Surabaya, puluhan suporter berduyun-duyun ke lapangan di Stadion Kanjuruhan, tuan rumah Arema.

Kerusuhan tersebut mendorong polisi untuk menembakkan gas air mata, yang menyebabkan kepanikan, Inspektur Jenderal Nico Afinta, Kapolda Jawa Timur, mengatakan pada konferensi pers. ada kebingungan tentang jumlah korban tewas - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang didukung pemerintah mengatakan 153 orang tewas, sementara klub sepak bola Arema menyebutkan angka 182.

Kedua tokoh tersebut akan membuat pertandingan hari Sabtu di antara episode paling mematikan dalam sejarah sepak bola. pada tahun 1964, setidaknya 300 orang tewas di Peru setelah keputusan tidak populer oleh wasit pada pertandingan sepak bola memicu kerusuhan di stadion nasional negara itu

Dalam pidato yang disiarkan televisi kepada rakyat, Presiden Joko Widodo mengatakan dia telah meminta Kapolri untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas apa yang terjadi,  Ia juga telah memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Kapolri, dan Ketua Persatuan Sepak Bola Indonesia untuk mengevaluasi keamanan pertandingan sepak bola.

“Saya menyayangkan tragedi ini terjadi dan saya harap ini adalah tragedi sepakbola terakhir di negara ini." kata Pak Joko.

Ratusan orang berlarian ke satu pintu keluar untuk menghindari gas air mata. Beberapa mati lemas dan lainnya terinjak-injak, menewaskan 34 orang seketika.

Dalam sebuah pernyataan, LBH Indonesia mengatakan “penggunaan kekuatan yang berlebihan melalui penggunaan gas air mata dan pengendalian massa yang tidak tepat adalah penyebab banyaknya korban jiwa.” Dikatakan penggunaan gas air mata dilarang oleh FIFA, badan pengatur sepak bola dunia.


Kapolres Jawa Timur, Afinta, membela penggunaan gas air mata, dengan mengatakan bahwa gas itu dikerahkan “karena ada anarki.” 

"Mereka hendak menyerang petugas dan merusak mobil," kata Afinta

LBH Indonesia mengatakan masalah ini diperparah dengan kelebihan kapasitas. Mahfud MD, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, mengatakan bahwa panitia sepak bola setempat telah mencetak 42.000 tiket, lebih banyak dari kapasitas stadion yang 38.000. Dia mengatakan para korban meninggal “karena terinjak-injak.” Mereka diinjak-injak dan mati lemas, katanya. “Tidak ada korban pemukulan atau penganiayaan terhadap suporter,” kata

tim medis melakukan upaya penyelamatan di stadion dan kemudian mengevakuasi yang lain ke beberapa rumah sakit, kata Kepolres Jawa Timur Afinta pada konferensi pers.

Liga sepak bola menangguhkan permainan setidaknya selama seminggu.

“Kami prihatin dan sangat menyayangkan kejadian ini,” kata Akhmad Hadian Lukita, Presiden Direktur PT Liga Indonesia Baru atau LIB. “Kami turut berduka cita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.”


Kekerasan sepak bola telah lama menjadi masalah bagi Indonesia. kekerasan, persaingan sering mematikan antara tim besar yang umum. Beberapa tim bahkan memiliki klub penggemar dengan apa yang disebut komandan, yang memimpin kelompok besar pendukung untuk pertandingan di seluruh Indonesia. Suar sering dilemparkan ke lapangan, dan polisi anti huru hara selalu hadir di banyak pertandingan, sejak 1990-an, puluhan penggemar tewas dalam kekerasan terkait sepak bola.

Oleh Sui-Lee Wee dan Muktita Suhartono
Sui-Lee Wee melaporkan dari Bangkok, dan Muktita Suhartono dari Jakarta. Dera Menra Sijabat berkontribusi reportase dari Jakarta, dan Damien Cave dari Sydney, Australia.(red MKB)
Polisi Menembakkan Gas Air Mata Saat Para Penggemar AkanTurun Ke Lapangan Polisi Menembakkan Gas Air Mata Saat Para Penggemar AkanTurun Ke Lapangan Reviewed by Admin Pemalang on Rating: 5