Latihan Sirkuit Untuk Menjaga Kebugaran Jasmani Di Bulan Suci Ramadan
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinanti oleh mayoritas masyrakat Muslim di Indonesia. Terdapat beberapa kegiatan yang hanya bisa dilakukan pada saat bulan Ramadhan tiba. Contohnya seperti ngabuburit, bertakbir keliling, dan juga berbelanja untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan di hari raya Idul Fitri. Pada bulan ini umat Islam tak makan dan minum seharian, tetapi ajaibnya konsumsi makanan meningkat signifikan (Puspitawati, 2015). Bulan Ramadhan memiliki pengaruh terhadap perilaku masyarakat, hal ini dapat dilihat dari perilaku konsumsi masyarakat. Perubahan perilaku konsumsi pada bulan Ramadhan ini ternyata justru menaikkan tingkat konsumsi masyarakat. Peningkatan seperti ini merupakan suatu momen konsumtif yang bersifat musiman. Umat muslim yang berpuasa akan tidak hanya melakukan perubahan pola makan tetapi juga perubahan pola aktivitas. Perubahan-perubahan itu diantaranya adalah perubahan jam makan, pembatasan waktu makan, dan perubahan pola tidur, hal-hal itu tentunya akan mengubah ritme keseharian seseorang secara drastis dan dapat memberi efek negatif terhadap performa fisik seseorang.
Ketika berpuasa, tanpa disadari kinerja tubuh perlahan berubah dan menyesuaikan diri. Saat berpuasa tubuh memproduksi energi sendiri dengan membakar nutrisi yang tersimpan dalam tubuh, seperti cadangan lemak, karbohidrat, dan gula untuk memproduksi energi. Tak hanya itu, organ-organ lain dalam tubuh pun menyesuaikan kinerja mereka dengan keadaan orang yang berpuasa. Pengurangan jam untuk beraktivitas pun selalu dilakukan pada saat bulan suci Ramadhan ini. Jam di sekolah dan kantor selalu dipangkas, satu jam mata pelajaran yang biasanya 50 menit pada bulan Ramadhan menjadi 30 menit. Hal ini disebabkan agar pemeluk dapat melakukan ibadah secara maksimal. Namun apa yang kerap dilakukan adalah lebih banyak dilakukan untuk tidur siang. Dengan lebih banyak beristirahat dalam hal ini tidur maka pastinya akan terjadi penurunan performa fisik. Penurunan performa fisik saat berpuasa umumnya dikaitkan dengan dehidrasi, keterbatasan asupan nutrisi, kurangnya istirahat, perubahan mood, dan perasaan lemas. Dengan adanya penurunan performa fisik tersebut maka diperlukan keseimbangan. Keseimbangan tersebut meliputi kebutuhan jasmani dan rohani. Dimana olahraga diperlukan untuk memperkuat badan, dan kebersihan rohani untuk mengontrol sekaligus mengarahkan jasmani untuk melakukan aktivitas yang baik juga benar. Jika berat salah satunya dikhawatirkan keseimbangan terganggu.
Ketidakseimbangan tubuh akan berdampak negative. Dampak negative tersebut salah satunya adalah terganggunya system metabolisme tubuh. Ketika system metabolism tubuh berjalan lambat maka akan terjadi penambahan berat badan. Maka tidak heran ketika bulan Ramadhan selesai maka umat muslim cenderung mengalami kenaikan berat badan. Kenaikan berat badan yang drastis akan berdampak negatif terhadap tingkat kesehatan pelakunya. Banyak penyakit yang akan menghampiri ketika kegemukan dan bahkan obesitas melanda. Selain itu tingkat kebugaran jasmani juga akan menurun ketika selama bulan Ramadhan tidak melakukan olahraga. Berdasarkan masalah tersebut maka peneliti ingin meneliti perilaku aktivitas olahraga selama bulan suci Ramadhan.
Penurunan metabolisme tubuh adalah proses yang alami terjadi saat berpuasa. Ini terjadi karena asupan energi (nutrisi dari makanan dan minuman) yang terbatas. Secara umum, jenis latihan atau olahraga tingkat rendah sampai sedang adalah yang paling direkomendasikan untuk mengatasi hal di atas. Penyiasatan olahraga ketika puasa perlu dilakukan, pada umumnya olahraga dilakukan pada waktu sore hari menjelang berbuka puasa dan setelah berbuka puasa. Olahraga sesaat sebelum berbuka puasa sangat terkenal di Indonesia sebagai “ngabuburit”. Beberapa jurnal memang banyak yang menyarankan agar olahraga dilakukan pada waktu ini, yaitu beberapa saat menjelang berbuka.
Latihan sikuit training mampu meningkatkan kebugaran jasmani dan kemampuan kerja maksimal. Ketika berolahraga dengan latihan sirkuit training dalam keadaan berpuasa akan mengalami kelelahan, sehingga diturunkan intensitas latihan tersebut.Puasa dilakukan umat Islam seluruh dunia yang dijalankan sebulan penuh pada setiap tahunnya. Puasa dikerjakan dengan beberapa aturan atau pantangan yang tidak boleh dilakukan pada saat berpuasa, seperti dilarang makan dan minum serta menjaga perkatakan dan perilaku selama menjalankan ibadah puasa tersebut. Pada saat berpuasa terdapat perbedaaan naik dan turunnya kadar glukosa pada sebelum dan sesudah melakukan aktivitas olahraga aerobic. Berpuasa ternyata untuk kesehatan fisik dan mental. Dari beberapa penelitian dapat disimpulkan bahwa berpuasa sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental dan tidak direkomendasikan pada ibu hamil terdapat perbedaan naik dan turunnya lukosa pada saat melakukan aktivitas ketikapuasa.Meskipun demikian, seseorang yang melakukan aktivitas puasa tetap harus berolahraga rutin dengan intensitas yang rendah agar tubuh serta imun tetap terjaga.
Olahraga yang bisa dilakukan seperti bersepeda,jogging ringan dan yoga. Olahraga moderat pada keadaan puasa tidak berpengaruh yang signifikan antara puasa dan olahraga. Orang ada kecenderungan malas untuk berolahraga padahal berpuasa bukan berarti tidak boleh melakukannya hanya saja menggunakan intensitas yang rendah.Ternyata ketika dalam keadaan berpuasapun akan berpengaruh pada denyut nadi. Seseorang jika beraktivitas, denyut nadi akan meningkat seiring dengan intensitas. Aktivitas tersebut bisa berjalan, berlari, berolahraga dan latihan beban. Dalam kondisi puasa cenderung seseorang tidak ada asupan air, hal tersebut juga akan mempengaruhi denyut nadi latihan bahkan suhu dalam keadaan panas. Perlu bukti penelitian tentang puasa kaitan dengan olahrga, ada kecenderungan orang akan mengurangi aktivitas olahraga di masa puasa. Hal ini akan menurunkan kualitas kebugaran.
Aktivitas selama bulan puasa Ramadhan memang memaksa pemeluknya untuk merubah pola aktivitasnya. Seperti makan dan minum, jelas sekali bahwa pada siang hari pemeluk agama islam tidak diperkenankan untuk melakukannya. Sehingga aktivitas olahraga terpaksa dirubah jam pelaksanaan oleh para atlet ataupun penggiat olahraga. Hal ini disebabkan karena ketakutan agar tidak terjadi dehidrasi akut yang dapat menyebabkan orang yang melakukan puasa tidak kuat menjalankan ibadah puasa. Aktivitas olahraga yang semula dilakukan setiap sore haripun segera dirubah dan atau ditinggalkan. Hal ini disebabkan karena pada saat bulan Ramadhan ini intensitas kegiatan keagamaan lebih banyak, seperti mengaji di sore hari sebelum buka puasa, solat tarawih setelah selesai sholat isya dan bahkan khataman membaca alquran setelah tarawih.
Oleh: Arief Saksono, S,Pd.
Guru SMA Negeri 7 Semarang
Latihan Sirkuit Untuk Menjaga Kebugaran Jasmani Di Bulan Suci Ramadan
Reviewed by Admin Kab. Semarang
on
Rating:
Reviewed by Admin Kab. Semarang
on
Rating:
