Insinerator "Motah-29" Jadi Solusi Darurat Sampah di Pemalang
Komando Bhayangkara, Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang mengambil langkah strategis dalam mengatasi permasalahan darurat sampah, khususnya di area pasar yang menghasilkan sampah campuran (Rubbizh) dalam jumlah besar. Solusi yang dipilih adalah penggunaan insinerator bermerek "Motah-29" (Mesin Olah Runtah), sebuah teknologi pengolahan sampah yang telah teruji dan sudah ada dua unit yang sudah beroperasi di Kelurahan Kebondalem dan Kelurahan Sugihwaras.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang saat ditemui awak media (19/11/2025) di kantornya, Wiji Mulyati, S.KM mengatakan, "pemilihan Motah bukanlah sekadar pilihan, melainkan solusi mendesak untuk mengatasi kondisi darurat sampah di Kabupaten Pemalang, "Motah-29 menjadi jalan keluar dalam menangani permasalahan darurat sampah di Pemalang," ujarnya.
Alat ini sudah beroperasi selama 5 bulan di Kelurahan Kebondalem dan Kelurahan Sugihwaras belum ada komplain dari lingkungan, Pemerintah daerah berencana membeli sepuluh unit Alat tersebut, namun untuk sementara dihentikan pertimbangan harga yang terlalu mahal.
" Motah-29 sudah diuji dan tidak ada masalah, tidak tahu kalau produk lain " kata Wiji.
Insinerator Motah-29 diproduksi oleh PT. Hierrotama Indojaya, sebuah perusahaan dalam negeri yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Keunggulan Motah juga didukung oleh rekomendasi dari Mabes TNI, yang menyatakan bahwa mesin ini telah melalui uji coba dan terbukti ramah lingkungan serta tidak memerlukan bahan bakar tambahan dalam pengoperasiannya.
"Salah satu pertimbangan utama dalam memilih Motah-29 adalah cara kerjanya yang efisien. Proses pembakaran awal memerlukan pemanasan dengan kayu bakar hingga mencapai suhu 800⁰ - 1100⁰ C, setelah suhu tersebut tercapai, mesin dapat beroperasi secara mandiri tanpa bahan bakar tambahan, karena sampah itu sendiri menjadi bahan bakar pembakaran" kata Wiji.
Meskipun investasi awal untuk Motah-29 terbilang mahal, yaitu mencapai Rp. 1.5 Miliar, Pemerintah Kabupaten Pemalang meyakini bahwa ini adalah pilihan yang tepat dalam jangka panjang. Efisiensi dan kemampuan Motah-29 dalam mengatasi permasalahan sampah menjadi pertimbangan utama.
Selanjutnya nanti Insinerator Motah-29 akan diserahkan wilayah setempat dengan membentuk kelompok untuk pengelolaannya.
Keunggulan Insinerator MOTAH-29 (Mesin Olah runTAH) mengolah sampah menjadi abu sisa pembakaran dan gas buang melalui proses pembakaran suhu tinggi (mencapai 1000-1100°C).
Hasil Turunan Insinerator MOTAH
• Abu Sisa Pembakaran:
Ini adalah residu padat utama dari proses tersebut. Abu ini telah berhasil dimanfaatkan di beberapa lokasi (seperti di Kopassus) untuk bahan baku pembuatan produk bangunan seperti paving block. Pemanfaatan ini membantu mengurangi dampak lingkungan dari abu tersebut.
• Gas Buang (Emisi Udara):
Seperti insinerator pada umumnya, MOTAH menghasilkan gas buang. Mesin ini dirancang untuk meminimalkan emisi gas berbahaya dengan sistem penyemprotan dan penyaringan khusus. Meskipun demikian, kekhawatiran tentang potensi polutan udara tetap ada, seperti halnya teknologi insinerasi lainnya.
• Energi Panas:
Proses pembakaran pada suhu tinggi menghasilkan energi panas. Meskipun sumber-sumber yang tersedia tidak merinci apakah MOTAH secara spesifik digunakan sebagai pembangkit listrik (Waste-to-Energy), insinerasi secara umum memiliki potensi untuk menghasilkan energi listrik dari panas yang dihasilkan. (Bondan)
Insinerator "Motah-29" Jadi Solusi Darurat Sampah di Pemalang
Reviewed by Admin Pemalang
on
Rating:
Tidak ada komentar