Breaking News

Rakyat Pemalang Menangis Disaat Ulang Tahun Ke-447


Komando Bhayangkara - Terik panas Matahari tidak mematahkan semangat rakyat untuk unjuk rasa, menunjukkan sudah bersabarnya warga dalam menderita kehidupannya. Pekerja seni dan beberapa elemen masyarakat sebagai wali rakyat dalam menyampaikan aspirasinya di depan pendopo Kabupaten Pemalang, dengan Seni Budaya Asli Pemalang diharapkan bisa menyentuh hati pemimpin tertinggi di Pemalang.( Senin, 24/1/2022.)

Dengan berlandaskan keyakinan akan didengarkan penguasa Pemalang, mereka sukarela meninggalkan cari sesuap nasi yang tidak sesuai profesi sebagai pekerja seni, aksi ini didasari kesulitan dan tidak ada perhatian dari Pemerintah Daerah. Andi Rustono dan Heru Kundhimiarso koordinator aksi damai ini sebagai orator tuntutan yang diamanatkan dari Pekerja seni dan rakyat, selain itu ada tuntutan lain yang menjadi sorotan hangat publik.


" Kabupaten Pemalang mendapat predikat termiskin ekstim se Jawa Tengah sungguh tragus, Bupati tidak pernah rekonsiliasi dengan pihak pendukung dan mendukung yg berakibat kegaduhan(politik), seratus hari infrastrutur semakin parah, managemen ASN yang amburadul, dugaan jual beli jabatan itu dari segi Pemerintahan adapun dari segi Organisasi kemasyarakatan, Bupati tidak mampu merangkul masyarakat dengan munculnya dualisme kepemimpinan dan Bupati sebagai ketua Askab PSSI Kabupaten Pemalang atas insiden kematian suporter di Liga 3 yang ternyata tidak memiliki izin dari Kepolisian, atas banyaknya permasalahan yang timbul kami mendesak agar Pemerintahan Agung-Mansyur sesegera mungkin melakukan pembenahan, jika ini tidak segera dilakukan kami Aliansi Masyarakat Pemalang (AMPERA) meminta Kalian berdua Mundur dari Jabatan yang diamanahkan" tutur Andi Rustono 

Dijaga ketat aksi ini oleh Personil Polres  dan Satpol PP Pemalang, menggelar tarian tradisi Pemalang, Jaran ebeg seni langka yang kental dengan magic membuat para insan Pers dan pengamanan mendapatkan hiburan masa pandemi ini yang jarang sekali digelar secara terbuka. 


Sungguh ironis sekali, disisi lain ada yang ditempat AC berdendang dengan lagu dangdutan pakai pakaian Jawa namun tidak njawani, rakyat teriak-teriak diterik Matahari seolah-olah ada dinding yang membatasi suara rakyat.

" Refleksi dari ulang tahun ke-447 Pemalang, Janji Agung Mansyur akan membenahi Pemalang tapi pada kenyataan tidak, bahkan kabar maraknya ada jual beli jabatan, jika tidak mampu mundur saja, bahkan menjadi predikat kabupaten termiskin di Jawa Tengah, kita tidak merasa mewakili rakyat Pemalang tapi sebagai rakyat kita bisa mengemukakan pendapat dan tidak hanya menangkap pelaku pengeroyokan tapi Bupati selaku Ketua ASKAB bertanggunjawab, kegiatan itu tidak ada izin dari Kepolisian, sekali lagi saya tidak mewakili warga Pemalang" pungkas Kundhi. (Bondan MKB)
Rakyat Pemalang Menangis Disaat Ulang Tahun Ke-447 Rakyat Pemalang Menangis Disaat Ulang Tahun Ke-447 Reviewed by Admin Pemalang on Rating: 5

Tidak ada komentar