Breaking News

Rapat Koordinasi Literasi Statistik Sektoral Digelar di Pemalang, Bupati Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan


Komando Bhayangkara, Pemalang – Ruang Sasana Bhakti Praja, Kompleks Pemerintah Kabupaten Pemalang, dipenuhi oleh puluhan aparatur pemerintah daerah dalam acara Rapat Koordinasi Literasi Statistik Sektoral dan Penyerahan Penghargaan Perangkat Daerah Terbaik EPSS Mandiri Tahun 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pemalang sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas data sektoral di daerah.

Acara yang berlangsung pada Senin,24 November 2025 pagi ini dihadiri oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Wakil Bupati Nurkholes, Pj. Sekda Johan Endro Sukma, jajaran pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Pemalang, narasumber dari Diskominfo Jawa Tengah dan BPS Pemalang, serta perwakilan Forkopimda.(24/11/2025)

Kepala Diskominfo Pemalang, Joko Ngatmo, melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kualitas statistik sektoral di Kabupaten Pemalang.

Dalam sambutannya, Bupati Anom Widiyantoro menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Kami sudah terbiasa dengan lima besar, jadi tidak kaget dengan pencapaian ini. Namun, ini menjadi tantangan dan tanggung jawab bagi kita semua. Karena sudah terbiasa di lima besar, tantangan ke depan harus terkelola dengan baik.

Ibu Endang menyampaikan bahwa angka-angka di Pemalang sudah membaik dan progresnya bagus. Namun, menurut saya, masih banyak yang belum tercapai.

Kita bersaing dengan kabupaten lain di Jawa Tengah, dan meskipun kita selalu masuk lima besar dalam IPM, potensi kita sebenarnya lebih besar. Pemalang disebut pro investasi, tetapi angka investasi yang masuk belum terlalu besar. Salah satu faktor pendorongnya adalah UMK yang kompetitif, dan kita akui itu. Ke depan, kunci utamanya adalah SDM.

Pengalaman kita dengan kabupaten lain, seperti Batang, menunjukkan bahwa SDM yang masuk di kawasan industri di jalur pantura ini kompetensinya belum memadai untuk tahapan industri yang lebih baik. Teknologi atau komputerisasi belum dikuasai. Ini menjadi tantangan. Jika kita bisa masuk ke tahap industri, pendapatan penduduk kita akan naik. Namun, dengan padat karya, kita masih berputar di angka UMK. Ini menjadi tantangan bagi pendidikan di Kabupaten Pemalang untuk meningkatkan kesejahteraan. Lapangan pekerjaan harus dibuka, dan SDM harus bisa menjawab tantangan industri.

Kami mohon maaf kepada Bapak Agung dan Bapak Lutfi karena kami masih berkontribusi negatif terhadap angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Ini menjadi PR besar bagi kita. Graduasi ini hanya salah satu penyemangat bahwa kita serius mengurusi masyarakat. Harapan ini sejalan dengan misi Kementerian Sosial. Pak Menteri menyampaikan bahwa data harus dimutakhirkan setiap saat. Ini menjadi basis data nasional yang menjadi starting point untuk disiapkan kabupaten. Momentumnya adalah dengan memperbarui data di setiap desa.

Tantangannya adalah, dengan 212 desa, Pemda harus mengintervensi dengan memberikan satu desa satu laptop di tahun 2026. Harapan kami, ini bisa sinkron dengan Disdukcapil, sehingga data bisa dimainkan dengan baik. Saya mengajak para camat untuk memastikan SDM di level desa bisa mengoperasikan komputer dan laptop. Jika infrastruktur datanya tidak mutakhir, semua yang kita lakukan akan mubazir. Ini menjadi atensi kami, selaras dengan Kementerian Sosial dan BPS.

Harapan kami, dengan adanya sensus ekonomi di tahun 2026, data akan semakin akurat, sehingga kami di Pemerintah Kabupaten punya program yang lebih akurat untuk menangani simpul-simpul kemiskinan dan masalah sosial lainnya.

Terima kasih atas paparan yang luar biasa tadi. Ibu tadi menyinggung produksi untuk Pemalang, yang kaitannya dengan Indonesia Emas. Kami masih punya PR di pendidikan, yaitu angka lima sekolah atau angka putus sekolah yang masih tinggi. Awalnya, saya sempat berpikir, apakah Indonesia Emas 2045 ini akan melewati Pemalang? Namun, dengan semangat kita mengejar sekolah rakyat, insya Allah kita bisa melihat hilalnya. Bonus demografi ini bisa kita rasakan, dan tidak menjadi bencana demografi. Pendidikan adalah salah satu kunci untuk mengentaskan kemiskinan.

Terima kasih kepada teman-teman semua yang sudah bekerja keras mengawal sekolah rakyat di Pemalang. Kemarin, kita benar-benar total football. Kita datang ke kementerian bersama-sama, ada Dinas PU, Kepala BPKD, Bapak Sekda, semua hadir untuk benar-benar meyakinkan kementerian untuk menghadirkan sekolah rakyat di Pemalang.


Teman-teman Pemalang lebih senang "Kokom" daripada "Gisel". "Gisel" itu Gerakan individualistis, sendirian, lambat, lemot, lelet, eksklusif. Kita lebih senang "Kokom", yaitu kolaboratif dan komunikatif. Jadi, jangan lihat tampilannya, tapi lihat esensinya.

Harapan kami, ini bisa menjadi penyemangat kita ke depan untuk selalu kolaboratif dan komunikatif. Jika ini bisa berjalan, pekerjaan-pekerjaan seperti menurunkan angka stunting, IPM, IPS, dan lain-lain akan terasa lebih mudah. Dengan kolaborasi, semua akan lebih cepat dan efisien, tidak egois, tidak sektoral, tidak individualistis, yang akhirnya lambat dan lelet.

Sekali lagi, saya berharap kontribusi kami kepada provinsi tidak lagi negatif, tapi justru positif, baik dalam angka kemiskinan, IPM, maupun lainnya. Dengan semangat pelayanan yang terbaik, Pemalang akan menjadi tempat yang nyaman untuk "selalu living". Jangan sampai menjadi kota metropolis yang hedonis dan merusak masyarakat lokal. Kita harus siasati pembangunan ke depan agar "selalu living" ini bisa dinikmati oleh pendatang, namun tidak menjadi metropolis yang masyarakatnya konsumtif. Kita tidak ingin ada "Sirandu" baru di pusat Pemalang.

Mohon teman-teman tidak pro pada kegiatan yang hedonis, atau menjadi kota yang tidak bisa menjual semangat lokalnya, kearifan lokalnya, "sulithing"-nya, tapi malah mencontoh sesuatu yang tidak pas untuk Pemalang tutup Bupati Anom.



Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada perangkat daerah terbaik dalam penyelenggaraan EPSS (Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral) Mandiri Tahun 2025.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi Pemkab Pemalang untuk terus meningkatkan akurasi data sebagai dasar pengambilan kebijakan publik.

(Bondan)

Rapat Koordinasi Literasi Statistik Sektoral Digelar di Pemalang, Bupati Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan Rapat Koordinasi Literasi Statistik Sektoral Digelar di Pemalang, Bupati Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan Reviewed by Admin Pemalang on Rating: 5

Tidak ada komentar