Breaking News

SPPG "Mahira" Desa Taman Bisa Jadi Contoh Program MBG di Kabupaten Pemalang


Komando Bhayangkara, Pemalang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo di Kabupaten Pemalang, SPPG Mahira yang beralamat di JL. Kol. Sugiono, Gg. Merpati RT 001 RW 004, menunjukkan perkembangan positif. Di Desa Taman, Kecamatan Taman.

Senin (10/11/2025)

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) "MAHIRA" Taman, yang menjadi bagian dari program MBG ini, telah berhasil memenuhi standar yang ditetapkan. Bahkan, SPPG Mahira mendapatkan predikat Grade A dengan nilai 8,9 dari  Korwil Pemalang atas dasar penilaian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang.

Keberhasilan SPPG Mahira ini dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan program MBG di wilayah lain di Kabupaten Pemalang. SPPG ini telah memenuhi berbagai persyaratan penting, termasuk perizinan alih fungsi bangunan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dan standar IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) restoran.


SPPG Mahira telah beroperasi selama empat minggu dan telah memenuhi semua persyaratan pendirian MBG. Menu yang disajikan juga memenuhi standar Gizi dari protein dan karbohidrat yang sesuai.

Keberadaan SPPG ini mendapatkan sambutan positif dari warga sekitar. Pihak mitra memberikan kontribusi kepada RT setempat, seperti pengelolaan limbah basah dan kering, serta menyalurkan hasil penjualan kardus ke kas RT.


"Adanya MBG (Mahira Mandiri Sejahtera) di wilayah kami ini sangat bermanfaat," tutur  Kimanto, warga sekaligus pengurus RT 01 RW 04.

Ia menjelaskan bahwa sebagian hasil pengelolaan limbah masuk ke kas RT dan sebagian lagi untuk pengelola. "Kami sangat berterima kasih karena warga sekitar bisa bekerja," tambahnya.

Limbah yang dikelola meliputi bekas nasi, kardus, jerigen, peti, dan lain-lain. Semua limbah tersebut dikelola oleh warga yang dikoordinasi oleh ketua RT. "Sebagian hasilnya masuk kas RT, sebagian lagi untuk bayaran pengelola, sekitar 10% dari penghasilan," jelasnya. Pemanfaatan limbah ini sudah berjalan sejak MBG berdiri.

Kimanto juga menuturkan bahwa adanya MBG sangat bermanfaat bagi lingkungan setempat, terutama karena memberikan penghasilan tambahan bagi warga. "Terutama bisa menggunakan itu sebagian limbah untuk dipekerjakan, ada pendapatan warga," ujarnya.

Penghasilan dari limbah ini dijual setiap minggu. "Kalau bekas nasi terlalu lama, bisa berjamur dan harganya jadi murah. Jadi, begitu disortir langsung diambil," katanya.

Limbah bekas nasi ini biasanya diambil oleh peternak bebek dan mentok. "Biasanya seminggu ada 80 kilo, yang bersih sekitar 40 kilo, yang kotor (berjamur) juga 40 kilo," jelasnya.

Terakhir, Kimanto berharap MBG tetap lancar dan memberikan kemakmuran bagi warga. "Adanya MBG ini termasuk rasa syukur, ada tambahan buat warga setempat. Yang tadinya nganggur sekarang bisa bekerja," pungkasnya.


Kepala SPPG Mahira Norman Brahmesta Yudisthia mengatakan : "Dapur SPPG ini sudah berjalan sekitar empat minggu, tepatnya sejak 20 Oktober. "Sejauh ini, lebih banyak sukanya daripada dukanya," ungkapnya.

Mengenai pemanfaatan limbah, Norman menjelaskan bahwa limbah dapur digunakan untuk program bina lingkungan. "Sebagian limbah kita manfaatkan untuk lingkungan sekitar, sebagian lagi kembali ke dapur. Kami prioritaskan lingkungan karena lokasi kami berada di lingkungan ini, jadi bisa jadi proyek percontohan MBG (Model Berkelanjutan Gizi)," katanya.

Limbah seperti sisa nabati dan hewani dikelola untuk pakan ternak, sementara peti kemas bekas didaur ulang.

Terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Norman memastikan bahwa pengelolaannya sudah sesuai prosedur dan tidak mencemari irigasi. "Pembuangannya khusus, menggunakan sumur," ujarnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) juga telah melakukan inspeksi dan hasilnya sesuai standar. "Alhamdulillah, semua sesuai dengan yang diminta Dinkes," pungkasnya.

Awak media sebagai kontrol sosial telah menjalankan tugasnya dengan menginformasikan perkembangan positif ini kepada masyarakat. Informasi ini didapatkan langsung dari RT 001/ RW 004 Desa Taman, yang memberikan testimoni mengenai dampak positif keberadaan SPPG Mahira.

Dengan demikian, program MBG di Pemalang, khususnya di Desa Taman, menunjukkan progres yang menggembirakan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

(Bondan)

SPPG "Mahira" Desa Taman Bisa Jadi Contoh Program MBG di Kabupaten Pemalang SPPG "Mahira" Desa Taman Bisa Jadi Contoh Program MBG di Kabupaten Pemalang Reviewed by Admin Pemalang on Rating: 5

Tidak ada komentar