Adsterra

Breaking News

Ruwatan Desa Glandang, Lestarikan Kearifan Lokal, Wujudkan Rasa Syukur Hasil Bumi


Komando Bhayangkara, Pemalang – Masyarakat Desa Glandang, Kecamatan Bantarbolang, menggelar tradisi ruwatan desa sebagai upaya menjaga kelestarian kearifan lokal sekaligus ungkapan syukur atas limpahan karunia hasil bumi. Kegiatan ini diselenggarakan sepenuhnya atas kesadaran dan swadaya warga setempat.

Puncak acara berupa pagelaran wayang golek yang akan digelar pada malam hari. Prosesi ruwatan dipimpin oleh Dalang Ki Nardi dari Tegal, sedangkan pagelaran hiburan dibawakan oleh Ki Haryo Entusmono yang juga berasal dari Tegal, didampingi sanggar kesenian Satria Laras. Lakon yang diangkat bertajuk “Mandiri Berdikari”, mengandung pesan tentang kemandirian dan kebersamaan yang relevan dengan semangat warga.


Sebelumnya, pagi hari telah dilaksanakan rangkaian arak-arakan. Masing-masing dari 12 RT di desa membuat gunungan hasil bumi yang kemudian diarak keliling wilayah. Setelah selesai prosesi ruwatan hasil bumi, seluruh warga membawa kembali hasil bumi yang telah disucikan. Arak-arakan ini menjadi simbol nyata rasa terima kasih kepada Allah SWT atas kesuburan tanah dan rezeki yang diberikan.

Wawancara dengan Penjabat Kepala Desa Glandang, Zainal Imron:

“Kegiatan ini bernama ruwat bumi, baritan, atau sedekah bumi. Judul acaranya adalah ‘Mandiri dan Berdikari’. Penyampaian pesannya nanti disesuaikan dengan gaya dalang, namun secara garis besar mengusung semangat kemandirian masyarakat.”


Dijelaskan pula bahwa anggaran kegiatan bersumber dari swadaya masyarakat. “Setiap rumah tangga menyisihkan Rp500 setiap malam, dikumpulkan selama satu tahun penuh. Terkumpul sekitar Rp60–65 juta. Selain itu ada bantuan dari donatur sekitar Rp80 juta,” ungkapnya.

Lebih lanjut disebutkan, jumlah warga yang memiliki hak pilih tercatat sekitar 2.200 orang, dan diperkirakan jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 3.000 orang.


Keterlibatan seluruh warga dan kemandirian dalam penggalangan dana dinilai menjadi contoh positif bagi desa-desa sekitar. Panitia berharap tradisi ini terus dilestarikan dari generasi ke generasi, agar nilai-nilai luhur, rasa syukur, dan persatuan tetap tumbuh subur di tengah masyarakat Desa Glandang.

(Bondan)

Ruwatan Desa Glandang, Lestarikan Kearifan Lokal, Wujudkan Rasa Syukur Hasil Bumi Ruwatan Desa Glandang, Lestarikan Kearifan Lokal, Wujudkan Rasa Syukur Hasil Bumi Reviewed by Admin Pemalang on Rating: 5