Adsterra

Breaking News

SIARAN PERS: Kawan Alam Indonesia Ambil Bagian Membangun Museum Bawah Laut Jaladhipa Dewata, Wujud Nyata Dukungan Asta Cita Presiden RI melalui Penguatan Blue Economy



Komando Bhayangkara| Karangasem, Bali – 28 Juni 2026

Kawan Alam Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian ekosistem laut Indonesia melalui keterlibatan aktif pada kegiatan Tianyar Explore 2026 – Save The Sea yang diselenggarakan di Dive Center Jaladhipa Dewata, Desa Tianyar Barat, Kabupaten Karangasem, Bali.

Kegiatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, TNI, Polri, akademisi, organisasi profesi, komunitas penyelam, organisasi lingkungan, dunia usaha, media, mahasiswa, dan masyarakat tersebut menjadi langkah awal dalam pembangunan Museum Bawah Laut Jaladhipa Dewata, sebuah kawasan konservasi yang diproyeksikan sebagai pusat edukasi, penelitian, rehabilitasi ekosistem laut, sekaligus destinasi wisata bahari berkelanjutan di Bali.

Dalam kegiatan tersebut, tim penyelam gabungan melaksanakan monitoring kondisi ekosistem laut, pemetaan awal kawasan museum bawah laut, dokumentasi ilmiah bawah laut, serta pengumpulan data sebagai dasar pengembangan kawasan konservasi.


Keterlibatan Kawan Alam Indonesia menjadi bagian dari upaya mendukung kebijakan nasional dalam mewujudkan Blue Economy (Ekonomi Biru) sebagaimana menjadi salah satu arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yaitu mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan secara berkelanjutan melalui keseimbangan antara konservasi, pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan masyarakat pesisir, dan ketahanan maritim.

Selain pemetaan kawasan konservasi, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan Deklarasi Save The Sea 2026, pelepasan tukik ke habitat alaminya, penyampaian hasil dokumentasi bawah laut, pembacaan komitmen bersama, serta diskusi kolaboratif lintas sektor guna memperkuat sinergi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.


Melalui kolaborasi tersebut diharapkan Museum Bawah Laut Jaladhipa Dewata mampu menjadi ikon konservasi bahari Indonesia yang mengintegrasikan aspek pendidikan, penelitian, wisata berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.

Keterangan Ketua Umum Kawan Alam Indonesia

Ketua Umum Kawan Alam Indonesia sekaligus Duta Bhayangkara Maritim Ditpolairud Polda Bali, Henny Paula Sitohang, menegaskan bahwa konservasi laut tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen bangsa.

> "Perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan. Kami percaya laut bukan hanya sumber kehidupan hari ini, tetapi juga harapan bagi generasi yang akan datang. Karena itu, Kawan Alam Indonesia hadir untuk membangun kolaborasi bersama pemerintah, TNI, Polri, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan laut Indonesia. Pemetaan awal Museum Bawah Laut Jaladhipa Dewata menjadi langkah strategis menuju kawasan konservasi yang memberikan manfaat ekologis, sosial, pendidikan, dan ekonomi melalui konsep Blue Economy."

Menurutnya, keterlibatan Kawan Alam Indonesia merupakan bentuk komitmen nyata organisasi dalam mendukung program nasional pelestarian lingkungan sekaligus implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Keterangan Pembina Kawan Alam Indonesia

Pembina Kawan Alam Indonesia, Palaksa Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar Letkol Laut (P) I Nyoman Astawa Yasa, S.S.T.Han., S.T., M.T., menyampaikan bahwa laut merupakan ruang strategis bangsa yang harus dijaga bersama karena memiliki fungsi pertahanan, ekonomi, lingkungan, dan kedaulatan negara.

"TNI Angkatan Laut memiliki tanggung jawab menjaga keamanan sekaligus mendukung kelestarian wilayah laut Indonesia. Upaya konservasi seperti pembangunan Museum Bawah Laut Jaladhipa Dewata menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ekosistem laut. Kami mengapresiasi langkah Kawan Alam Indonesia yang mampu menghubungkan berbagai unsur dalam semangat kolaborasi. Sebagai Pembina Kawan Alam Indonesia, saya melihat organisasi ini memiliki visi yang sejalan dengan semangat menjaga laut sebagai masa depan bangsa."

Beliau juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, akademisi, dan organisasi lingkungan menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan kelautan yang berkelanjutan.

Keterangan Ditpolairud Polda Bali

Kepala Bagian Pembinaan Operasional Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Bali, AKBP I G.A. Purnama Wirahadi, S.T., menyampaikan bahwa Ditpolairud Polda Bali berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai program konservasi laut yang diinisiasi Kawan Alam Indonesia.

"Ditpolairud Polda Bali memandang konservasi laut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, dan keberlanjutan wilayah perairan. Kami siap mendukung berbagai program yang digagas Kawan Alam Indonesia karena pelestarian laut memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi seperti Tianyar Explore menjadi contoh nyata bagaimana sinergi dapat menghasilkan manfaat besar bagi lingkungan maupun masyarakat."

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di berbagai wilayah pesisir Bali sebagai bagian dari penguatan budaya maritim, perlindungan sumber daya kelautan, dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga laut Indonesia.

Bersama Menjaga Laut untuk Generasi Mendatang.

SIARAN PERS: Kawan Alam Indonesia Ambil Bagian Membangun Museum Bawah Laut Jaladhipa Dewata, Wujud Nyata Dukungan Asta Cita Presiden RI melalui Penguatan Blue Economy SIARAN PERS: Kawan Alam Indonesia Ambil Bagian Membangun Museum Bawah Laut Jaladhipa Dewata, Wujud Nyata Dukungan Asta Cita Presiden RI melalui Penguatan Blue Economy Reviewed by Admin intan on Rating: 5