Breaking News

Rekam Video Penggusuran PKL, Seorang Perempuan Dikeroyok 15 Satpol PP Padang


Seorang wanita dikeroyok Satpol PP Padang saat mencoba merekam penggusuran PKL atau pedagang kaki lima.

Aksi pengeroyokan belasan anggota Satpol PP Padang itu terekam video dan viral dibagikan akun twitter @inisarahazmi pada Minggu (28/8/2022).

Pengunggah video mengaku telah menjadi korban pengeroyokan belasan anggota Satpol PP Padang yang tengah menggusur PKL.

Pengunggah pun menceritakan kronologi kejadian pengeroyokan yang dialami oleh Satpol PP Padang.

Disebutkan peristiwa pengeroyokan itu terjadi 17 Agustus 2022 lalu.

Pada pukul 17.00 WIB, korban mengendarai sepeda motor melewati Pantai Purus.

Di tengah perjalanan, korban melihat percekcokan akibat penertiban pedagang kaki lima sehingga arus macet.

Korban pun memutuskan berhenti mengambil video penertiban PKL yang dianggapnya arogan.

“Saya memilih berhenti mengambil dokumentasi penertiban yang arogan tersebut,” tulis korban.

Namun, saat tengah mengambil video, korban mendapat perlakuan tak manusiawi serta sangat kasar dari Satpol PP perempuan.

Satpol PP perempuan itu menanyakan maksud korban merekam peristiwa tersebut.

Awalnya korban mengaku sudah kooperatif dan menjelaskan kembali bahwa siapa saja boleh merekam.

Namun, Satpol PP tersebut tidak terima dengan jawaban korban dan melakukan intimidasi fisik.

Melihat hal tersebut, Satpol PP lainnya terpancing emosi dan ikut mengintimidasi korban.

Bahkan, korban mengaku dikeroyok hampir 15 Satpol PP dalan penertiban tersebut. Mereka memaksa korban menghapus video penertiban di Padang.

Dalam pemaksaan itu, korban menerima kekerasan fisik seperti ditarik paksa dan didorong menuju mobil dinas Satpol PP.

“Dengan beramai-ramai kurang lebih 15 anggota Sat PP melakukan kekerasan fisikdi mana pergelangan kiri dan kanan ditarik paksa. saya didorong menuju badan mobil dinas Sat PP Kota Padang,”jelas korban.

Korban juga mengaku lehernya dipiting oleh Satpol PP Padang. Selain itu pergelangan tangan kiri dan kanan korban juga ditarik.

Para petugas Satpol PP itu mengangkat paksa kedua kaki korban dengan kasar agar mudah memasukkan korban menuju ke atas mobil Satpol PP.

Insiden itu membuat seluruh barang korban dalam tas berserakan.

“Tetapi saya mencoba bertahan sekuat tenaga. Barang dalam tas berserakan,” jelasnya.

Korban juga mengaku sempat sulit bernafas lantaran lehernya dipiting oleh salah satu anggota Satpol PP.

Korban pun berteriak meminta tolong dan dibantu oleh seorang warga agar keluar dari kerumunan tersebut.

Akibat kejadian tersebut beberapa anggota tubuh korban lebam. Leher dan perut korban juga alami nyeri karena dikeroyok oleh anggota Satpol PP Padang.

Bukan hanya melakukan kekerasan fisik terhadap korban, disebutkan Satpol PP juga melakukan kekerasan fisik terhadap anak seorang pedagang.

Anak perempuan dari Pedagang di Pantai Purus itu mencoba mengambil handphone korban untuk membantu.

Namun, seorang Satpol PP menarik lengan anak tersebut hingga terjadi. Dilakukan juga pemukulan terhadap anak perempuan tersebut dan pelecehan verbal.

“Lalu tejadi pemukulan dan pelecehan verbal (kamu lonte) oleh Sat PP kepada pedagang,” jelas korban.

Di hari yang sama, korban mengaku telah membuat laporan atas insiden tersebut ke Polresta Padang.

Mereka juga melakukan visum dan BAP atas insiden tersebut.

Namun, hanya dua orang pedagang yang berani melapor ke polisi lantaran yang lainnya tidak percaya lagi dengan institusi di negara ini.

“Sungguh penganiayaan yang saya alami belum seberapa dengan derita PKL di Pantai Purus yang hampir tak pernah tenang mencari sesuap nasi. Hari mereka dipenuhi oleh keterancaman, badai, hujan dan penertiban,” kata pengunggah.

Video yang dibagikan pengunggah pun viral di twitter dan ditonton lebih dari 93 ribu pengguna twitter.
Sumber: tribunnews
Foto: Satpol PP Padang lakukan kekerasan kepada wanita saat penggusuran PKL/twitter @inisarahazmi
Rekam Video Penggusuran PKL, Seorang Perempuan Dikeroyok 15 Satpol PP Padang Rekam Video Penggusuran PKL, Seorang Perempuan Dikeroyok 15 Satpol PP Padang Reviewed by Admin Pusat on Rating: 5

Tidak ada komentar