Bukan untuk Berkuasa, Tapi Mengabdi, Diklat PAMTER PSHT Pemalang Fokus Pengendalian dan Pelayanan Masyarakat
Komando Bhayangkara, Pemalang – Suasana penuh semangat dan kedisiplinan mewarnai pembukaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pengamanan Teritorial (PAMTER) Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Cabang Pemalang, yang berlangsung di Padepokan Mandala, Desa Kalimas, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Kamis (29/5/2026). Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari hingga tanggal 31 Mei 2026.
Pelatihan ini digelar sebagai wujud nyata sinergi antara organisasi masyarakat pencak silat terbesar di Kabupaten Pemalang di mana tenaga pengajar dan pembinaan kedisiplinan langsung diamanahkan kepada instruktur dari Kodim 0711 Pemalang.
Upacara pembukaan berjalan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua PSHT Wilayah Jawa Tengah, Danramil Randudongkal Kapten Arm Andumiyanta, Kapolsek Randudongkal IPTU Sudaryo, S.H., Kepala Desa Kalimas, para Sesepuh PSHT Pemalang, serta warga PSHT yang antusias menyaksikan kegiatan tersebut.
Persiapkan Kader Pengabdian Masyarakat
Ketua PSHT Cabang Pemalang, Slamet Effendi, dalam wawancara eksklusif usai pembukaan kegiatan menjelaskan, Diklat PAMTER ini memiliki makna strategis bagi organisasi. Menurutnya, PAMTER merupakan satuan pengamanan internal organisasi yang dibentuk dan dididik dengan tujuan mulia, bukan untuk kekuatan fisik semata, melainkan untuk pengabdian.
"Pendidikan dan Latihan PAMTER, artinya pengamanan dari organisasi sendiri. Kami bekerja sama dengan Kodim 0711 Pemalang. Tujuannya ada dua hal utama: pertama agar para peserta memahami wawasan kebangsaan, dan kedua agar mereka siap diterjunkan ke tengah masyarakat jika dibutuhkan," ujar Slamet Effendi.
Dalam materi pelatihan selama tiga hari ke depan, para peserta tidak hanya dibekali kemampuan bela diri, namun juga materi yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. "Di dalamnya ada pelatihan ketangkasan, penanganan bencana alam, pertolongan pertama (PMI), dan materi kesiapsiagaan lainnya," tambahnya.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 100 peserta yang merupakan kader-kader terpilih yang berasal dari seluruh wilayah Kabupaten Pemalang. Jumlah ini dinilai sangat representatif mengingat PSHT merupakan organisasi pencak silat terbesar di Pemalang dengan jumlah anggota yang sangat besar.
Bukan untuk 'Jagoan', Tapi Pengendali dan Penyeimbang
Ditanya mengenai urgensi pelatihan ini, Slamet menegaskan bahwa pembentukan kader PAMTER sama sekali bukan untuk mencetak anggota yang ingin menjadi "jagoan" atau berkuasa. Justru sebaliknya, tugas utama PAMTER adalah menjadi pengendali dan penyeimbang.
"Pentingnya kegiatan ini adalah mempersiapkan kader untuk pengabdian di Kabupaten Pemalang. Apakah ini untuk mencetak jagoan? Oh tidak, justru sebaliknya. Para PAMTER inilah nanti yang akan mengendalikan adik-adik atau anggota yang perilakunya kurang baik, yang pemahamannya belum pas. Biasanya dalam kegiatan organisasi ada saja hal-hal yang kurang berkenan, ada perselisihan atau membuat keributan, nah tugas PAMTERlah yang menertibkan dan mengendalikan itu semua," tegasnya.
Ia juga menjelaskan kendali organisasi terhadap para peserta sangat ketat dan terpusat. "Setelah pelatihan ini, mereka tetap berada di masing-masing ranting, namun kendali penuh ada di tingkat Cabang, di bawah koordinasi saya selaku Ketua Cabang. Jadi arah gerakannya jelas dan terkontrol," jelasnya.
Slamet Effendi berharap, setelah mengikuti rangkaian pelatihan yang berat dan penuh kedisiplinan ini, seluruh peserta memiliki kesadaran tinggi dan benar-benar siap mengabdikan diri.
"Harapan kami sederhana namun mendalam, setelah pelatihan ini, adik-adik yang dilatih ini sadar dan betul-betul mengabdikan diri pada masyarakat. Supaya kita hidup di dunia ini lebih bermanfaat bagi orang lain," ungkapnya berharap.
Di akhir pernyataannya, Slamet Effendi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut. "Terima kasih atas kesempatannya pada sore hari ini. Insya Allah, mudah-mudahan apa yang telah disampaikan dan dilakukan dapat memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat Pemalang" tutupnya.
Kegiatan Diklat PAMTER ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader PSHT yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki mentalitas kebangsaan yang kuat, santun, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masyarakat Kabupaten Pemalang.
(Bondan)