Penemuan Jenasah Tanpa Identitas di Widuri Pemalang, Tidak Ada Tanda Kekerasan Fisik
Komando Bhayangkara, Pemalang — Sosok jenazah laki-laki tanpa identitas ditemukan oleh warga di depan Puskesmas Pembantu Widuri, Desa Widuri, Kecamatan Pemalang, pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Penemuan tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian dan segera ditangani oleh petugas berwenang.
Menurut keterangan Kapolsek Pemalang, AKP Agus Soleh, S.H., M.H., jenazah tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit dr. Ashari untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan awal dilakukan oleh dr. Bani Zakiyah, dokter dari Puskesmas Mulyoharjo.
HASIL PEMERIKSAAN AWAL
Berdasarkan pemeriksaan sementara fisik luar yang dilakukan, dokter menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik maupun luka terbuka pada seluruh tubuh jenazah. Meskipun demikian, ditemukan adanya jejas berupa luka lecet dan luka tekan memanjang yang terletak di bagian punggung.
Terkait penyebab luka tersebut, dokter menjelaskan bahwa berdasarkan kondisi saat penemuan, jenazah ditemukan dalam posisi bersandar di pinggir saluran air (got). Luka tekan yang ada kemungkinan besar disebabkan oleh tekanan dari struktur bangunan di sekitar got, bukan akibat kekerasan fisik atau penganiayaan.
Sementara itu, dari hasil pemeriksaan juga diperkirakan bahwa jenazah berusia sekitar 30 tahun. Hingga saat ini, identitas jenazah masih belum dapat dipastikan dan pihak kepolisian serta tim medis masih melakukan berbagai upaya untuk mengetahui siapa orang tersebut dan apa penyebab kematian yang sebenarnya.
KETERANGAN RESMI
Dokter Bani Zakiyah dari Puskesmas Mulyoharjo yang menjadi narasumber dalam pemeriksaan ini menegaskan bahwa luka yang ditemukan tidak memiliki kaitan dengan tindakan kekerasan. "Luka yang ada hanya akibat posisi tubuh saat ditemukan, tidak menunjukkan adanya tindakan yang membahayakan atau menganiaya sebelum meninggal dunia," ujarnya.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan baru sebatas pemeriksaan fisik luar. Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, tim berwenang masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan laboratorium yang membutuhkan waktu dan proses lebih lanjut.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah menyebarkan informasi tentang penemuan jenazah ini kepada masyarakat luas dengan harapan ada pihak yang mengenali korban atau memiliki informasi yang dapat membantu mengungkap kasus ini. Masyarakat yang memiliki keterangan atau informasi terkait dapat menghubungi kantor kepolisian terdekat atau kepolisian sektor Pemalang.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan dan pemeriksaan masih terus berjalan untuk mendapatkan kejelasan mengenai identitas korban serta penyebab kematian yang sebenarnya.(Bondan)