Breaking News

Seorang Nenek Sebatangkara yang Hidup Tanpa Tetangga, Tanpa Listrik dan Tanpa Alat Elektronik

 


(Sisi Lain Kehidupan Dibalik Kemajuan Dan Perkembangan Jaman)

Komando Bhayangkara - Sebulan lampau, kami berniat berkunjung ketempat teman untuk sekadar silaturrahim karena lama tidak bertemu. Kami telpon dengan maksud untuk memberitahukan kalau kami siap berangkat menuju rumahnya. Jarak yang sebenarnya dekat namun sudah berbeda daerah, kami di Ungaran Kabupaten Semarang sedangkan teman kami ada di daerah kecamatan gunungpati Kota Semarang.Dari rumah kami  hanya butuh sekitar 30 menitan menuju rumahnya.

Niyat kami berangkat agak tercegat karena saat itu teman kami sedang tidak ada di rumah, kami mengetahuinya saat kami telpon sebelum berangkat. Teman kami mengatakan kalau dia dan suaminya beserta beberapa tetangga sedang menuju rumah seorang nenek tua yang tempat tinggalnya tidak jauh dari kampung kediaman teman kami, kebetulan seorang nenek tersebut sedang mengalami musibah karena rumah kayunya roboh karena lapuk dimakan usia. Teman kami tersebut bercerita kalau para tetangga ingin membantu memperbaiki tempat tinggal nenek tersebut, seorang nenek yang hidup seorang diri, jauh banget dengan para tetangga bahkan bisa dikatakan tanpa tetangga. Walaupun sebenarnya tempat tinggal nenek tersebut ada dipinggir jalan raya, namun tanpa penerangan listrik sama sekali. Kami pun penasaran saat mendengar cerita singkat dari teman kami yang hanya disampaikan lewat telpon seluler.

Dalam hati, misalnya kami seorang yang sangat banyak harta mungkin ingin sekali bisa ikut membantu nenek tersebut, entah ikut bangun rumahnya supaya layak atau apapun yang bisa lebih bermanfaat buat beliau. Rasa penasaran kami berujung pada hari ini, dimana kami hubungi teman kami kembali untuk bisa mengantar ke tempat nenek tersebut, walaupun belum banyak yang mampu kami berikan, walaupun hanya bisa buat makan sehari buat si nenek, namun kami ingin bisa dianter kesana, dengan harapan suatu saat ada rejeki lebih kami bisa kesana kembali membantu yang lebih dan lebih lagi.


Singkat cerita teman kami bersedia untuk mengantar kami kesana hari ini, dan sampailah kami di rumah si nenek tersebut. Seorang nenek yang sudah berumur, kami perkirakan usia beliau sekitar 65 tahunan, dengan pakaian seadanya dengan senyum ramahnya menerima kami. Alhamdulillah beliau dalam keadaan sehat. Agak gelap dalam rumahnya karena hanya dengan bantuan sinar matahari yang masuk lewat pintu depan dan jendela, lantai plester semen tanpa acian, rumah kayu seadanya dan klihatan sudah sangat tua, Cuma ada beberapa selipan kayu agak baru mungkin itu hasil renovasi bulan kemarin setelah rubuh dan dibantu didirikan lagi oleh warga sekitar. Genting tanah tanpa plafon, dan kami tidak melihat adanya kabel ataupun bohlam listrik menggantung di rungan rumah nenek tersebut.

Rumah yang berada di jalan tembus dari arah Gunungpati menuju jalan raya Solo Semarang Pudakpayung Semarang, Jalan Pramuka Gunungpati sebenarnya adalah jalan yang lumayan ramai, namun entah kenapa rumah si nenek hanya satu satunya yang ada disana, tepat di pinggir sungai Kaligarang dekat jembatan panjang pas tikungan tajam menanjak berbentuk U dan tepat rumah nenek tersebut di ujung huruf U.

Dalam bayangan kami, gimana saat malam gelap, gimana saat si nenek kurang enak badan atau sakit, gimana saat si nenek perlu sesuatu pada malam hari, kenapa saat jaman sekarang masih ada seorang yang hidup dikota namun tidak punya listrik bahkan tidak punya tetangga, dimana keluarga dan anak anaknya, bagaimana beliau makan kesehariannya dan banyak pertanyaan yang muncul dalam benak kami namun tak berani kami melontarkan pertanyaan pertanyaan tersebut.  Kami hanya sebentar saja, memberikan sesuatu yang sangat kecil nilainya dan setelah itu kami pamitan.

Semoga nenek selalu diberikan kesehatan dari Alloh, diberikan perlindungan dari segala marabahaya dan selalu mendapatkan rejeki entah dari manapun asalnya..amiin. Harapan kami, semoga nenek diberikan umur panjang sehingga kami bisa kembali lagi kesini dengan membawa sesuatu yang lebih, syukur bisa sedikit membantu kehidupannya minimal penerangan dan kebutuhan hidup pokok kesehariannya. (Rz).

Videonya:

Seorang Nenek Sebatangkara yang Hidup Tanpa Tetangga, Tanpa Listrik dan Tanpa Alat Elektronik Seorang Nenek Sebatangkara yang Hidup Tanpa Tetangga, Tanpa Listrik dan Tanpa Alat Elektronik Reviewed by Komando Bhayangkara on Rating: 5

Tidak ada komentar